Terkait Klaim Yerusalem Sebagai Ibukota Israel Oleh AS, Begini Tanggapan Aktivis UMM Malang

Minggu, 17 Desember 2017 18:53 WIB

By Ade Chandra SutrisnaOn 17 Des 2017Last updated 17 Des 2017 Media Mahasiswa MALANG, MediaMahasiswa.com – Klaim sepihak Amerika Serikat (AS) terkait Yerusalem sebagai ibukota Israel memunculkan kecaman dari dunia internasional. Pernyataan kontroversial itu disampaikan langsung Presiden AS, Donald Trum, beberapa waktu lalu yang disebutnya sebagai penunaian janji kampanyenya saat masih menjadi calon presiden AS. “Jika dipandang dari segi politik internasional, bukan hanya Trum yang menginginkan Israel mengokupasi Palestina. Jauh sebelum Trum (terpilih sebagai presiden) pun, Amerika sudah dan akan selalu mendukung Israel untuk melakukan okupasi tersebut. Hanya saja Trum muncul dengan cara bermain yang berbeda,” kata Kharisma Bima Sakti, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional UMM, Sabtu (16/12). Jika dilihat dari sisi personalnya, sambung Kharisma, Trum merupakan tipe orang yang blak-blakan. Saat mendeklarasikan dukungan tersebut, dia ingin dunia internasional tersedot perhatiannya pada pernyataan itu. Dengan mengutip pendapat seorang ahli, Kharisma menyebut AS hendak menyakiti Palestina langsung di titik tersakitnya. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan dialog terbatas jelang gelaran Refleksi Akhir Tahun yang bakal diselenggarakan Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (18/12) mendatang di Aula Masjid lantai 2 Masjid AR. Fachruddin UMM. Sebagaimana diketahui, kedaulatan Palestina saat ini hanya terletak di tiga bagian, yakni West Bank, Gaza, dan Yerusalem. Sementara Yerusalem adalah daerah dengan atmosfer terdamai di antara negara bagian lainnya yang kerap berkonflik. Ketika negara bagian yang paling tenang akan diokupasi oleh Israel, Palestina justru akan sangat bingung. Palestina merupakan negara yang terletak di pusat Timur Tengah, yakni di perbatasan antara negara-negara Timur Tengah yang ada di utara Afrika dan negara Timur Tengah yang berada di kawasan Asia. Dengan demikian, ketika AS sudah berhasil menginjakkan kakinya di Palestina, otomatis negara-negara sekitar pastinya juga akan kalut dan terganggu. “AS teramat sering mencampuri urusan negara-negara Timur Tengah, seperti mengadakan perang Afganistan, Irak dan lain sebagainya. Nah, di sini saya rasa motifnya memang tidak jelas bahwa Amerika ini belum puas menduduki kawasan Timur Tengah, sebelum mereka menguasai keseluruhan negara. Tak terkecuali Arab Saudi,” ungkapnya. Indonesia yang notabene negara dengan umat Islam terbesar di dunia, tegas Kharisma, pastinya juga menentang klaim AS terhadap ibukota Israel tersebut. Jangankan Indonesia, banyak negara-negara yang sebenarnya bukan negara-negara muslim seperti Rusia, Cina bahkan Korea Utara, juga menolak klaim semena-mena tersebut. Ketua Bidang Kemasyarakatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Hadiatul Hikmah, turut mengomentari isu ini. Menurut wanita peraih beasiswa The Asia Foundation Hak Asasi Manusia (HAM) dan Syariah di pascasarjana UMM ini, sebagai negara yang telah diakui kemerdekaannya oleh Persyarikatan Bangsa-Bangsa, negara lainnya termasuk AS harus menghormati dan menghargainya. Jangan sampai, imbuhnya, ada kejadian klaim sepihak AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. “Jika ditinjau dari dimensi HAM, konflik antara Israel-Palestina lebih kepada konflik kemanusiaan. Sementara, banyak orang yang menganggap konflik ini murni konflik antar agama. Karena terkadang masalah politik kerap dihubungkan sebatas pada isu keagamaan,” bebernya. Menanggapi respon umat Islam terhadap isu ini, Hadiatul juga menyayangkan sejumlah pihak yang reaktif dengan asal-asalan mengikuti aksi massa semisal demonstrasi. Selayaknya, umat Islam harus mengkaji lebih dalam terkait konflik yang tengah terjadi. Diskusi sendiri dihadiri sejumlah perwakilan aktivis di lingkungan UMM (PMII, HMI, IMM, KAMMI, JF, FORSIFA dan HMJ HI), penulis, influencer, juga aktivis muda Muhammadiyah. (can) http://mediamahasiswa.com/baca/8542/17122017/150946/terkait-klaim-yerusalem-sebagai-ibukota-israel-oleh-begini-tanggapan-aktivis-umm-malang

Shared: